Spekulasi Terbaru : Gempa Jepang Disebabkan Supermoon
Bencana terbesar di Jepang yang dinyatakan oleh USGS Amerika 9
SR saat ini dikaitkan dengan kejadian Supermoon. Spekulasi terbaru ini
muncul karena karena gempa yang mengakibatkan tsunami di Aceh pada 26
Desember 2004 lalu juga terjadi 14 hari sebelum perigee Bumi-Bulan yang
terjadi pada 10 Januari 2005. Benarkah Gempa terbesar di dunia tersebut
dipengaruhi oleh pengaruh jarak bumi dan bulan tersebut?
Meski berbagai pakar sepakat bahwa Gempa dan Tsunami Jepang tahun 2011 diakibatkan oleh aktivitas tektonik Bumi. Tetapi beberapa pakar berspekulasi bahwa gempa di Jepang disebabkan oleh Bulan yang hendak menuju titik terdekatnya dengan Bumi.
Baru-baru ini, beberapa astrolog berpendapat bahwa gempa dan tsunami yang melanda Jepang pada tanggal 11 Maret 2011, dipengaruhi oleh supermoon 19 Maret, yang supermoon terdekat sejak 1992. Latar belakang alasan beberapa pakar tersebut adalah bahwa pada tanggal 11 Maret Bulan ini sebenarnya lebih dekat dengan puncak dari perigee, sekitar 400.000 km (240.000 mi) dari bumi, yang lebih jauh dari jarak rata-rata antara Bulan dan Bumi di seluruh’s orbital siklus Bulan.
Beberapa ahli berspekulasi bahwa beberapa peristiwa gempa dahsyat memang terkait dengan kedekatan Bumi-Bulan. Mereka mencontohkan gempa yang mengakibatkan tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 lalu. Gempa tersebut terjadi 14 hari sebelum perigee Bumi-Bulan yang terjadi pada 10 Januari 2005.
Supermoon
Bulan sedang bergerak pada posisi terdekat dengan bumi. Posisi terdekat akan dicapai pada tanggal 19 Maret 2011 nanti, membawa bulan hanya pada jarak 221.567 mil, terdekat selama 18 tahun terakhir. Ketika Bulan sedang ada pada posisi terdekatnya, maka fenomena ini sering disebut “supermoon”.
Dampak yang dikibatkan Supermoon adalah meningkatnya gelombang pasang air laut beserta meningkatnya aktivitas seismik di Bumi yang bisa berakibat pada meningkatnya potensi gempa bumi dan erupsi gunung berapi. Pada saat yang hampir bersamaan atau 8 hari sebelum puncak kedekatan Bumi dengan Bulan (perigee), Jepang diguncang oleh gempa berkekuatan 8,9 skala magnitude dan menyebabkan tsunami yang hingga kini menewaskan 1000 korban jiwa.
Gempa Bumi
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan
Penyebab Terjadinya Gempa Bumi bermacam-macam diantaranya adalah karena proses tektonik akibat pergerakan kulit atau lempeng bumi, aktivitas sesar di permukaan bumi, pergerakan geomorfologi secara lokal, contohnya terjadi runtuhan tanah, aktivitas gunung api dan ledakan nuklir
Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa bumi akan terjadi.
Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduks
Mekanisme perusakan terjadi karena energi getaran gempa dirambatkan ke seluruh bagian bumi. Di permukaan bumi, getaran tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan runtuhnya bangunan sehingga dapat menimbulkan korban jiwa. Getaran gempa juga dapat memicu terjadinya tanah longsor, runtuhan batuan, dan kerusakan tanah lainnya yang merusak permukiman penduduk. Gempa bumi juga menyebabkan bencana ikutan berupa kebakaran, kecelakaan industri dan transportasi serta banjir akibat runtuhnya bendungan maupun tanggul penahan lainnya.
Dibantah Para Ahli
Spekulasi tentang hubungan antara kejadian supermoons dan bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami sangat lemah. Argumen telah dibuat bahwa bencana alam bertepatan dengan tahun di mana supermoons terjadi dipengaruhi oleh peningkatan gravitasi kekuatan Moon, meskipun karena alternasi bulanan antara apogee bulan dan perigee argumen seperti itu tidak dapat didukung kecuali bencana di pertanyaan jatuh pada tanggal yang sebenarnya dari supermoon tersebut. Beberapa penelitian telah melaporkan hubungan yang lemah antara dangkal, intensitas gempa bumi yang sangat rendah dan aktivitas lunar, tidak ada bukti empiris dari setiap hubungan dengan gempa bumi besar.
Spekulasi dari Mark Paquette yang menghebohkan tersebut dibantah oleh beberapa ahli meteorologi, seismologi dan astronomi dunia. Astronom NASA David William dengan tegas membantah bahwa “supermoon” bukan penyebab gempa. “Supermoon itu hanya bulan yang besar dan sangat bercahaya. Tak ada yang spesial dengan itu,” katanya.
Gempa Aceh pada tanggal 26 Desember 2004, dipengaruhi oleh supermoon yang terjadi 2 minggu kemudian pada tanggal 10 Januari 2005. Namun dua minggu sebelum supermoon sebuah Bulan adalah pada titik berlawanan nya orbit: nya apogee (jarak terbesar). Jadi efek supermoon tidak mungkin.
Meteorolog senior di AccuWeather Paul Walker juga menyanggah dengan tegas bahwa spekulasi gempa Jepang disebabkan oleh perigee Bumi-Bulan adalah sangat tidak benar. Paul menjelaskan “Anda tidak bisa menghubungkannya dengan ‘supermoon’ yang masih 8 hari lagi terjadi. ‘Supermoon’ memang bisa berakibat pada gelombang pasang yang luar biasa, tapi tidak bisa begitu saja dikaitkan dengan peristiwa alam yang ekstrim semacam ini,”
John Vidale, seismolog University of Washington dan direktur Pasific Northwest Seismic Network serta Wiliam Wilcock yang juga dari University of Washington pun juga membantahnya. Mantan ilmuwan NASA Phil Plait menyanggah dengan tegas, “Apapun yang orang katakan, yang jelas tak ada kemungkinan gempa ini disebabkan oleh Bulan.”
Perigee memang bisa menyebabkan peningkatan aktivitas tektonik, namun ia mengatakan bahwa hingga saat ini Bulan belum berada pada titik terdekat itu. Pergerakan Bulan bisa membawanya menuju titik terdekat dan terjauh dengan Bumi. Titik terdekat disebut perigee sedangkan titik terjauh disebut apogee. Saat perigee, efek gravitasi Bulan terhadap Bumi meningkat. Efek yang paling bisa dilihat adalah gelombang pasang, sebab air adalah salah satu elemen bumi yang paling mudah dipengaruhi gravitasi.
Sumber : Wikipedia, MSNBC, NASA dan berbagai sumber lainnya
Meski berbagai pakar sepakat bahwa Gempa dan Tsunami Jepang tahun 2011 diakibatkan oleh aktivitas tektonik Bumi. Tetapi beberapa pakar berspekulasi bahwa gempa di Jepang disebabkan oleh Bulan yang hendak menuju titik terdekatnya dengan Bumi.
Baru-baru ini, beberapa astrolog berpendapat bahwa gempa dan tsunami yang melanda Jepang pada tanggal 11 Maret 2011, dipengaruhi oleh supermoon 19 Maret, yang supermoon terdekat sejak 1992. Latar belakang alasan beberapa pakar tersebut adalah bahwa pada tanggal 11 Maret Bulan ini sebenarnya lebih dekat dengan puncak dari perigee, sekitar 400.000 km (240.000 mi) dari bumi, yang lebih jauh dari jarak rata-rata antara Bulan dan Bumi di seluruh’s orbital siklus Bulan.
Beberapa ahli berspekulasi bahwa beberapa peristiwa gempa dahsyat memang terkait dengan kedekatan Bumi-Bulan. Mereka mencontohkan gempa yang mengakibatkan tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 lalu. Gempa tersebut terjadi 14 hari sebelum perigee Bumi-Bulan yang terjadi pada 10 Januari 2005.
Supermoon
Bulan sedang bergerak pada posisi terdekat dengan bumi. Posisi terdekat akan dicapai pada tanggal 19 Maret 2011 nanti, membawa bulan hanya pada jarak 221.567 mil, terdekat selama 18 tahun terakhir. Ketika Bulan sedang ada pada posisi terdekatnya, maka fenomena ini sering disebut “supermoon”.
Dampak yang dikibatkan Supermoon adalah meningkatnya gelombang pasang air laut beserta meningkatnya aktivitas seismik di Bumi yang bisa berakibat pada meningkatnya potensi gempa bumi dan erupsi gunung berapi. Pada saat yang hampir bersamaan atau 8 hari sebelum puncak kedekatan Bumi dengan Bulan (perigee), Jepang diguncang oleh gempa berkekuatan 8,9 skala magnitude dan menyebabkan tsunami yang hingga kini menewaskan 1000 korban jiwa.
Gempa Bumi
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan
Penyebab Terjadinya Gempa Bumi bermacam-macam diantaranya adalah karena proses tektonik akibat pergerakan kulit atau lempeng bumi, aktivitas sesar di permukaan bumi, pergerakan geomorfologi secara lokal, contohnya terjadi runtuhan tanah, aktivitas gunung api dan ledakan nuklir
Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa bumi akan terjadi.
Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduks
Mekanisme perusakan terjadi karena energi getaran gempa dirambatkan ke seluruh bagian bumi. Di permukaan bumi, getaran tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan runtuhnya bangunan sehingga dapat menimbulkan korban jiwa. Getaran gempa juga dapat memicu terjadinya tanah longsor, runtuhan batuan, dan kerusakan tanah lainnya yang merusak permukiman penduduk. Gempa bumi juga menyebabkan bencana ikutan berupa kebakaran, kecelakaan industri dan transportasi serta banjir akibat runtuhnya bendungan maupun tanggul penahan lainnya.
Dibantah Para Ahli
Spekulasi tentang hubungan antara kejadian supermoons dan bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami sangat lemah. Argumen telah dibuat bahwa bencana alam bertepatan dengan tahun di mana supermoons terjadi dipengaruhi oleh peningkatan gravitasi kekuatan Moon, meskipun karena alternasi bulanan antara apogee bulan dan perigee argumen seperti itu tidak dapat didukung kecuali bencana di pertanyaan jatuh pada tanggal yang sebenarnya dari supermoon tersebut. Beberapa penelitian telah melaporkan hubungan yang lemah antara dangkal, intensitas gempa bumi yang sangat rendah dan aktivitas lunar, tidak ada bukti empiris dari setiap hubungan dengan gempa bumi besar.
Spekulasi dari Mark Paquette yang menghebohkan tersebut dibantah oleh beberapa ahli meteorologi, seismologi dan astronomi dunia. Astronom NASA David William dengan tegas membantah bahwa “supermoon” bukan penyebab gempa. “Supermoon itu hanya bulan yang besar dan sangat bercahaya. Tak ada yang spesial dengan itu,” katanya.
Gempa Aceh pada tanggal 26 Desember 2004, dipengaruhi oleh supermoon yang terjadi 2 minggu kemudian pada tanggal 10 Januari 2005. Namun dua minggu sebelum supermoon sebuah Bulan adalah pada titik berlawanan nya orbit: nya apogee (jarak terbesar). Jadi efek supermoon tidak mungkin.
Meteorolog senior di AccuWeather Paul Walker juga menyanggah dengan tegas bahwa spekulasi gempa Jepang disebabkan oleh perigee Bumi-Bulan adalah sangat tidak benar. Paul menjelaskan “Anda tidak bisa menghubungkannya dengan ‘supermoon’ yang masih 8 hari lagi terjadi. ‘Supermoon’ memang bisa berakibat pada gelombang pasang yang luar biasa, tapi tidak bisa begitu saja dikaitkan dengan peristiwa alam yang ekstrim semacam ini,”
John Vidale, seismolog University of Washington dan direktur Pasific Northwest Seismic Network serta Wiliam Wilcock yang juga dari University of Washington pun juga membantahnya. Mantan ilmuwan NASA Phil Plait menyanggah dengan tegas, “Apapun yang orang katakan, yang jelas tak ada kemungkinan gempa ini disebabkan oleh Bulan.”
Perigee memang bisa menyebabkan peningkatan aktivitas tektonik, namun ia mengatakan bahwa hingga saat ini Bulan belum berada pada titik terdekat itu. Pergerakan Bulan bisa membawanya menuju titik terdekat dan terjauh dengan Bumi. Titik terdekat disebut perigee sedangkan titik terjauh disebut apogee. Saat perigee, efek gravitasi Bulan terhadap Bumi meningkat. Efek yang paling bisa dilihat adalah gelombang pasang, sebab air adalah salah satu elemen bumi yang paling mudah dipengaruhi gravitasi.
Sumber : Wikipedia, MSNBC, NASA dan berbagai sumber lainnya

0 komentar:
Poskan Komentar