Terngiang Bayangannya
kalbu kian malam kian menikam sukma
sedingin es membaur kutub utara
setelah sekian lama bayangan itu sirna
kini hadir lagi dibenak nan kosong
terngiang ngiang membisik berderit
diatara dua hati penuh dengan sesak jiwa
sadar akan itu mulai kualihkan
membuang sisa-sisa yang masih tertinggal
bekas luka nestapa menikam kalbu
kini enggan ku sisipkan direlung jiwa
untuk mu hanya sebatas angan
meski rintangan itu masih terjal
dan asa itu hanyalah sebatas angan
membuang rasa
meluluh lantahkan dahaga
mengirim lahar panas
tuk lelehkan rindu dijiwa
ku akui
kadang benak itu berkhayal
menari-nari diatas derasnya perasaan
melolong bergerilya mencari tuan
dan apa yang ku dapat hanyalah
segenggam asa tak bertepi
semakin hari semakin
hilang tersapu derasnya
tiupan beburitan berjalar
menghilang akan terjalnya bebatuan pualam
hanyal lirih bisikan
lirih ucapan
teruntuk yang pernah mengisi
dihati yang paling dalam
"SEMOGA ENGKAU BAHAGIA"......
Klaten, 08 Juli 2010
0 komentar:
Poskan Komentar